Happy Holiday :) Puncak Banyulangsih, Alternatif Wisata di Tuban

Wah, tanggal merah nih.. Sudah menentukan tujuan liburan mau kemana ? Di dalam kota atau mau ke luar kota? Tidak ada budget liburan tapi ingin bersantai ?

Kalau belum ada tujuan, masih belum terlambat kok ke Puncak Banyulangsih, Desa Boto, Kec, Merak Urak. Untuk menuju kesana bisa menggunakan kendaraan roda 2 ataupun roda 4. Dari Mangrove Center Tuban, perjalanan dapat ditempuh selama kurang lebih 30 menit. Puncak Banyulangsih, seperti halnya daerah pegunungan Tuban lainnya, kawasan ini terbentuk oleh batuan kapur yang berkontur. Disini sudah tersedia lokasi parkir yang cukup luas, mushola, gazebo untuk bersantai, dan warung makan. Saat ini, kawasan Puncak Banyulangsih memang masih terasa panas, namun jangan khawatir, dalam beberapa tahun akan terlihat perubahannya karena sedang dilakukan penghijauan di sekitar kawasan. Dari sini, kita bisa melihat Kota Tuban dari ketinggian. Tidak jauh dari sini juga ada pemandangan sungai dan air terjun.

WP_20150210_008[1]    WP_20150210_004[1]WP_20150210_006[1]

WP_20150210_019[1]    WP_20150210_018[1]

WP_20150210_011[1]    WP_20150210_020[1]

WP_20150210_007[1]

So, sudah ada bayangan untuk liburan hari ini ?

Ajak teman dan keluarga berkunjung kesini ya …

Pendidikan Lingkungan Hidup, dari MCT untuk siswa SDN Latsari

DSCN3504

Full Team Paguyuban SDN Latsari di Mangrove Center Tuban

Pagi ini Mangrove Center Tuban ramai kedatangan guru-guru dan orangtua/ wali murid SDN Latsari. Rombongan yang terdiri dari 99,9% ibu-ibu ini kompak mengenakan seragam putih hijau dan bersepatu kets. Beliau-beliau ini terlihat sangat antusias berkegiatan di mangrove center Tuban. Berdasarkan informasi dari Ibu Kepala Sekolah SDN Latsari, Ibu Kasmulik, hari ini akan diadakan jalan-jalan dan penanaman mangrove di Mangrove Center Tuban.

DSCN3500

Ibu Kepala Sekolah SDN Latsari sedang berbincang dengan Bp. Ali Mansur

Jenis mangrove yang ditanam adalah api-api atau dalam bahasa latin disebut Avicennia marina. Mangrove jenis api-api ini berupa semak belukar atau pohon yang tumbuh tegak atau menyebar. Ketinggian pohon bisa mencapai 30 meter. Memiliki sistem perakaran horizontal berbentuk pensil dengan akar nafas tegak dengan sejumlah lentisel (atau disebut penumatophore). Kulit kayu halus dengan burik-burik hijau-abu dan terkelupas dalam bagian-bagian kecil. Ranting muda dan tangkai daun berwarna kuning, tidak berbulu. Bibit Avicennia marina siap tanam setelah tinggi tanaman mencapai minimal 30cm atau berumur 5-6 bulan.

 

Ini nih bentuknya bibit Avicennia marina

DSC_1349 DSC_1328 DSC_1214

keterangan gambar, dari kiri-kanan : Avicennia marina fase seedling (berkecambah), seedling (tinggi 30-14- cm), sapling (tinggi >1m)

suasana aula tempat materi PLH disampaikan

suasana aula tempat materi PLH disampaikan

Pendidikan Lingkungan Hidup adalah ...

Pendidikan Lingkungan Hidup adalah …

Selagi ibu-ibu melakukan penanaman, siswa-siswi SD kami ajak belajar tentang lingkungan hidup, ancaman, dan upaya dalam mengurangi dampak ancaman. Siswa-siswi SDN Latsari patut berbangga karena sekolahnya masuk nominasi sekolah yang dipersiapkan untuk menjadi sekolah adiwiyata tingkat propinsi. Mayoritas siswanya aktif dalam menanggapi isu-isu lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.

keaktifan siswa siswi SDN Latsari

keaktifan siswa siswi SDN Latsari

groufie bareng adek2 kelas 3 SDN Latsari

groufie bareng adek2 kelas 3 SDN Latsari

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan motivasi siswa untuk berperan aktif dalam melesatrikan lingkungan mulai dari lingkungan terdekat yaitu rumah dan sekolah

Studi Banding BLHD Cirebon dan CSR PLTU dan Indocement untuk Mangrove Cirebon Lebih Baik

DSCN3417Kabupaten Cirebon memiliki daerah pesisir utara sepanjang 58 km dengan potensi mangrove yang luar biasa. Tujuan kunjungan ke Mangrove Center Tuban kali ini mendapat gambaran dan ilmu mendirikan lembaga lingkungan dari Ketua Yayasan, Bapak Ali Mansur. Pada kunjungan kali ini beberapa pimpinan BLHD Kab. Cirebon turut hadir didampingi koordinator CSR Wilayah 3 dari Indocement dan CSR PLTU Kab. Cirebon. Diskusi berlangsung seru karena pada kunjungan kali ini melibatkan pegiat mangrove di sepanjang pantai utara Kab. Cirebon. Perwakilan CSR PLTU Cirebon, Bapak Yusuf memberikan perhatian khusus mengenai bagaimana Yayasan menjaga nilai-nilai luhur pengabdian lingkungan kepada seluruh anggota. Kuncinya, menurut Bapak Ali Mansur adalah menancapkan  keihklasan.

 DSCN3433  DSCN3453 DSCN3471 DSCN3458

DSCN3445Pertemuan dilanjutkan dengan makan siang dan berkeliling di sekitar kawasan Mangrove Center Tuban. Rombongan diajak ke pantai dan melihat mangrove yang dipindah tanam setelah berumur 4 th dan masih tumbuh sampai sekarang. Diskusi berlanjut di pantai, di bawah cemara laut yang sudah tinggi. Setelah puas berfoto di pantai, rombongan menuju ke hutan mangrove dan melihat-lihat jenis mangrove yang ada di kawasan Mangrove Center Tuban. Seorang pegiat mangrove tertarik dengan bentuk fisik propagul R. mucronata di MCT yang lebih panjang (70-80 cm) dibandingkan dengan yang ada di cirebon, bahkan rela memanjat pohon untuk mendapatkan propagul yang sudah masak.

Waktu sudah semakin sore, rombongan harus bertolak ke bojonegoro untuk besok kembali ke cirebon. Semoga kunjungan kali ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi pegiat mangrove dan stakeholder lain yang memberikan perhatian khusus kepada ekosistem pesisir Kabupaten Cirebon.

Indahnya Negeriku Menjadi Tema Kunjungan SDIT Ar Ruhul Jadid Jombang ke Mangrove Center Tuban

Suasana terasa lengang di Mangrove Center Tuban siang hari itu (27 Januari 2015), beberapa pengunjung terlihat sedang bersantai di bawah pohon cemara di tepi pantai. Tiba-tiba segerombolan siswa SD ramai memasuki kawasan mangrove dan menyebar ke beberapa titik. Beberapa siswa tertarik dengan koleksi ular di Mangrove Center Tuban. Beberapa siswa lainnya mengelilingi kandang burung dan mulai mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan hewan-hewan itu. Tak lama sirine berbunyi yang menandakan seluruh siswa diminta berkumpul ke arah sumber suara. Ustad dan Ustadzah pendamping terlah siap dengan instruksinya tentang apa yang akan mereka lakukan di sini.

WP_20150127_018Rombongan tersebut ternyata merupakan siswa kelas 4 SDIT Ar Ruhul Jadid, Jombang yang sedang melakukan perjalanan tematik dengan tema Indanhya Negeriku. MCT termasuk dalam salah satu lokasi yang dikunjungi terkait dengan pelestarian ekosistem. Acara dimulai dengan sholat dhuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan makan siang karena waktu telah menunjukkan pukul 12.00. Tak lama setelah makan siang berakhir, sebagian siswa mulai bermain air di pantai. Sayangnya kondisi pantai saat itu sedang pasang sehingga pasir pantai hanya terlihat sedikit. Ustadzah mulai melarang siswa-siswinya untuk tidak masuk terlalu jauh ke dalam air. Seperti normalnya anak-anak pada umumnya, himbauan itu hanya mempan sebentar. Beberapa menit setelahnya,beberapa siswa kembali masuk ke dalam air.

WP_20150127_025Acara dilanjutkan dengan tur ke mangrove untuk melihat langsung ekosistem mangrove yang menjadi habitat bagi burung-burung air. Banyak siswa yang belum pernah melihat hutan mangrove merasa takjub dan bersemangat dalam perjalanan ini. Di ujung hutan mangrove terdapat jembatan yang menghubungkan hutan mangrove dengan hutan cemara di bagian barat. Pantai ini memilki pasir pantai yang lebih luas di bandingkan dengan pantai di depan kantor. Lokasi yang cocok untuk anak-anak bermain pasir. Tanpa dikomando lagi, para siswa telah berlari masuk ke dalam air dan bermain pasir pantai. Panas matahari tidak lagi menjadi halangan bagi mereka. Alhamdulillah kunjungan ke Mangrove Center Tuban memberikan kesan positif bagi anak-anak mengenai pentingnya melestarikan ekosistem. Semoga dengan dilaksanakannya kunjungan ini memberikan inspirasi bagi siswa-siswi untuk menghargai lingkungan dan nantinya akan berperan dalam melestarikan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

Berikut keseruan siswa-siswi bermain di pasir yang sempat diabadikan :

 WP_20150127_014  WP_20150127_021 Camera360_2015_1_27_013236_jpg  Camera360_2015_1_27_013642_jpg

Developing Local Heritage in Labuhan, Bangkalan, Madura

Aktivitas terbaru Mangrove Center Tuban saat ini adalah melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Labuhan, Kec. Sepulu, Kab. Bangkalan. Kegiatan ini merupakan program kerjasama dengan PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (selanjutnya disebut PHE WMO). Niat baik PHE-WMO dalam menciptakan kelompok masyarakat yang mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya lokal disambut baik oleh Ketua Yayasan Mangrove Center Tuban Bapak Ali Mansur. Sejak dimulainya kegiatan pelatihan pembibitan sekaligus studi banding di MCT, kami berkomitmen untuk bersama-sama mewujudkan visi PHE WMO mewujudkan masyarakat yang berdaya.

———————————————– news ——————————————–

It has been 1 month since the class meeting started. The training was held on december 2-4 2014 in Mangrove Center Tuban. During the training, participants experienced how to start making a nursery ground. As a fasilitator Agus Satriyono and Pak Ali Mansur helping them to understand the ecology of mangrove and other coastal plants such as coast she-oak (Casuarina equisetifolia). They also learned about the most important thing to create a strong and independent  organization. Mas Zainul gave them valuable knowledge about how to increase life possibilities on nursering coast she-oak. After 3 days here, they’ve had vision to build their home town as big as we are.

As a next stage of community empowerment, once a week Agus and Citra (MCT fasilitator) visit them in Labuhan, Bangkalan to control and guide them in the very first month. It takes 5 hours driving from Tuban to Bangkalan. Approximately 1,5 hours from Bangkalan city. It takes more time because of the bad road condition. Entering Labuhan, you’ll see a small information how to get to Pulau Ajaib. Pulau Ajaib is an icon for Labuhan. It’s a newly formed land in the sea created by stacks of dead coral for about 100 meters parallel to the coast line. Because of the existence of Pualu Ajaib, based on local’s information, their coastline become wider. From our observation, Labuhan extremely threatened by abrasion. A brakewater in west area was built and broke since the biggest wave attacked. Fortunately, the village bordered by a small group of Sonneratia alba and Rhizopora stylosa in the west and east areaAs a wind blocker, we try to plant 3.500 coast she-oak (cemara laut) along the beach from the west to the east. Now is a perfect time to do plantation because of the highest rainfall. Here in Tuban, coast she-oak has been planted along the beach and contribute to create a some potential money maker.

The plantation has been going well, now it’s time to see how the nursery work. Started on December 20th 2014, local build their own nursery ground. Until now, the’ve growth over 8.000 coast she-oak seedling (bibit cemara laut) and 600 mangroves genus Rhizophora. Two species from genus Rhizophora has been succesfully collected so far are Rhizopora stylosa and Rhizopora mucronata. During the time, they’ve also build a wooden shelter next to the mangrove track. All of the propagul collected in their area, because native mangrove can be naturally adapted.

We hope in the future, this place can be mangrove education center in Madura.

Here is the news of our social activity for community empowerment.

Stay tuned for other documentation :)

BRI Peduli dan Kompas Muda gandeng MCT dalam Pelatihan Jurnalistik Siswa se-Tuban

Mangrove Center Tuban tidak pernah sepi pengunjung bahkan pada hari efektif sekalipun. Selasa (24 November 2014) kemarin, aula MCT yang berkapasitas hingga 100 orang ini dipenuhi siswa-siswi SMA terpilih se-Kabupaten Tuban. Mereka sengaja berkumpul dari jam 8 pagi untuk mengikuti pelatihan jurnalistik oleh rekan-rekan dari Kompas Muda. Acara berlangsung meriah dengan pembicara Ibu Sulastri selaku redaksi Harian Kompas. Peserta terlihat antusias mengikuti serangkaian materi dan sesi tanya jawab.Beberapa hal [enting yang menjadi sorotan dalam pelatihan ini antara lain :

1. Bagaimana cara menulis berita yang baik dan benar

2. Bagaimana etika dalam melakukan wawancara

3. Bagaimana mencari tema yang menarik untuk ditulis

Beberapa siswa aktif bertanya tentang bagaimana menghidupkan mading sekolah dan majalah sekolah yang sepi pembaca. Beberapa saran jitu dikemukakan Ibu Sulastri salah satunya adalah mengangkat isu2 yang sedang hangat dibicarakan di kalangan sekolah. Ibu Sulastri juga mengajak para siswa untuk aktif menjadi penulis di kompas muda sebagai volunteer journalist. Hingga acara selesai, beberapa peserta bahkan masih asik terlihat berdiskusi dengan ibu Sulastri.

B3QnkXxCUAExeNf.jpg largeSehari sebelumnya jajaran pimpinan Bank BRI juga telah menyumbangkan 1000 batang mangrove untuk ditanam di area MCT sekaligus biaya pemeliharaannya. Acara ini diikuti 18 sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Tuban.

Peserta Penanaman Mangrove (Mangrovestasi) Hari 1

B3LL85_CEAEmQ2Q.jpg large

B3LNnwlCMAA_nrk.jpg largePenyerahan bibit mangrove oleh pimpinan Bank BRI kepada Ketua Yayasan MCT didampingi oleh perwakilan dari Harian Kompas

B3LVMveCAAAZQta.jpg largeAcara Penanaman Mangrove di Pantai MCT

B3Q-0UbCEAEBsmP.jpg largeFoto Bersama Peserta dan Rekan Kompas Muda bersama Ketua Yayasan MCT Bpk H. Ali Mansur

Setelah pelatihan ini dilaksanakan diharapkan minat menulis siswa meningkat tidak hanya sebatas menulis status di Facebook atau twitter :) . Salam. Mangrove Center Tuban.

Photo by : @kompasmuda_Sby

Follow our twitter on @tubanmangrove

Pelatihan Dasar Kepemimpinan MTS Manbail Futuh dan SMK Abdi Negara Tuban

Tuban, 30 September 2010

Mulai hari sabtu hingga minggu kedepan Mangrove Center Tuban kedatangan tamu dari MTS Manbail Futuh Tuban  yang mengadakan kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan untuk kelas VIII dan IX dan SMK Abdi Negara Tuban dalam rangka diklat juga.

MTS Manbail Futuh memang sudah terbiasa melakukan kegiatan di Mangrove Center Tuban, hal ini dikarenakan pengurus MCT adalah pembina dari Sekolah ini.Selain itu MCT memang representatif digunakan untuk camping.

Kegiatan MTS Manbail Futuh dimulai jam 08.00 dengan upacara di pantai berlatar belakang hijaunya Cemara laut yang diikuti oleh 20 siswa. Berbagai aktivitas seperti keahlian dalam tali temali telah diperagakan hari ini. Hingga jam 23.00 WIB mereka masih terlihat semangat berkegiatan di antara rindangnya pohon cemara.

Sementara di dekat persemaian beberapa tenda telah hening tanpa suara karena Siswa SMK Adbi Negara sedang beristirahat.

Sarang Ardeola speciosa di Mangrove Center Tuban

Mangrove Center Tuban menjadi bukti nyata bahwa keberadaan hutan mangrover akan menjadi habitat bagi satwa liar, salah satunya adalah burung. Mangrove yang ditanam oleh kelompok Tani di area Mangrove Center Tuban telah berkembang menjadi hutan, jenis yang ditanam antara lain Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorhyza. Pada awal perkembangannya tidak banyak burung yang datang di area MCT, beberapa burung penghuni pantai dan beberapa burung air seperti Trinil pantai (Actitis hypoleucos), Cekakak sungai (Halcyon chloris), Kareo padi (Amourornis phoenicurus). Setelah beberapa tahun dan menjadi hutan, didukung dengan upaya perlindungan agar tidak ada perburuan di kawasan ini, saat ini setiap pagi dan sore hari akan ada kawanan burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) yang berterbangan di sekitar hutan mangrove. Pada pagi hari mereka terbang dari kawasan hutan menyebar untuk mencari makan, sementara pada sore hari mereka akan kembali menuju hutan mangrove untuk bersarang. Belum dilakukan perhitungan populasi, namun jumlahnya bisa ratusan ekor.

Ardeola speciosa termasuk famili Ardeidae dan dilindungi oleh PP Nomor 7 tahun 1999. Blekok sawah mempunyai karakteristik tubuh berukuran 45 cm, kepala dan dada berwarna kuning tua (berbiak), punggung nyaris hitam. Tubuh bagian atas lainnya coklat bercoret-coret. Tubuh bagian bawah putih. Saat terbang sayap terlihat sangat kontras dengan punggung yang hitam. Pada musim non berbiak berwarna coklat bercoret-coret. Baik pada berbiak maupun tidak, iris berwarna kuning, paruh kuning dengan ujung berwarna hitam, kaki hijau buram. Makanan dari burung ini adalah ikan, katak, serangga air, dan berudu.