BRI Peduli dan Kompas Muda gandeng MCT dalam Pelatihan Jurnalistik Siswa se-Tuban

Mangrove Center Tuban tidak pernah sepi pengunjung bahkan pada hari efektif sekalipun. Selasa (24 November 2014) kemarin, aula MCT yang berkapasitas hingga 100 orang ini dipenuhi siswa-siswi SMA terpilih se-Kabupaten Tuban. Mereka sengaja berkumpul dari jam 8 pagi untuk mengikuti pelatihan jurnalistik oleh rekan-rekan dari Kompas Muda. Acara berlangsung meriah dengan pembicara Ibu Sulastri selaku redaksi Harian Kompas. Peserta terlihat antusias mengikuti serangkaian materi dan sesi tanya jawab.Beberapa hal [enting yang menjadi sorotan dalam pelatihan ini antara lain :

1. Bagaimana cara menulis berita yang baik dan benar

2. Bagaimana etika dalam melakukan wawancara

3. Bagaimana mencari tema yang menarik untuk ditulis

Beberapa siswa aktif bertanya tentang bagaimana menghidupkan mading sekolah dan majalah sekolah yang sepi pembaca. Beberapa saran jitu dikemukakan Ibu Sulastri salah satunya adalah mengangkat isu2 yang sedang hangat dibicarakan di kalangan sekolah. Ibu Sulastri juga mengajak para siswa untuk aktif menjadi penulis di kompas muda sebagai volunteer journalist. Hingga acara selesai, beberapa peserta bahkan masih asik terlihat berdiskusi dengan ibu Sulastri.

B3QnkXxCUAExeNf.jpg largeSehari sebelumnya jajaran pimpinan Bank BRI juga telah menyumbangkan 1000 batang mangrove untuk ditanam di area MCT sekaligus biaya pemeliharaannya. Acara ini diikuti 18 sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Tuban.

Peserta Penanaman Mangrove (Mangrovestasi) Hari 1

B3LL85_CEAEmQ2Q.jpg large

B3LNnwlCMAA_nrk.jpg largePenyerahan bibit mangrove oleh pimpinan Bank BRI kepada Ketua Yayasan MCT didampingi oleh perwakilan dari Harian Kompas

B3LVMveCAAAZQta.jpg largeAcara Penanaman Mangrove di Pantai MCT

B3Q-0UbCEAEBsmP.jpg largeFoto Bersama Peserta dan Rekan Kompas Muda bersama Ketua Yayasan MCT Bpk H. Ali Mansur

Setelah pelatihan ini dilaksanakan diharapkan minat menulis siswa meningkat tidak hanya sebatas menulis status di Facebook atau twitter :) . Salam. Mangrove Center Tuban.

Photo by : @kompasmuda_Sby

Follow our twitter on @tubanmangrove

Gallery

Pelatihan Dasar Kepemimpinan MTS Manbail Futuh dan SMK Abdi Negara Tuban

This gallery contains 3 photos.

Mulai hari sabtu hingga minggu kedepan Mangrove Center Tuban kedatangan tamu dari MTS Manbail Futuh Tuban yang mengadakan kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan untuk kelas VIII dan IX dan SMK Abdi Negara Tuban dalam rangka diklat juga.

MTS Manbail Futuh memang sudah terbiasa melakukan kegiatan di Mangrove Center Tuban, hal ini dikarenakan pengurus MCT adalah pembina dari Sekolah ini.Selain itu MCT memang representatif digunakan untuk camping. Continue reading

Aside

Mangrove Center Tuban menjadi bukti nyata bahwa keberadaan hutan mangrover akan menjadi habitat bagi satwa liar, salah satunya adalah burung. Mangrove yang ditanam oleh kelompok Tani di area Mangrove Center Tuban telah berkembang menjadi hutan, jenis yang ditanam antara lain Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorhyza. Pada awal perkembangannya tidak banyak burung yang datang di area MCT, beberapa burung penghuni pantai dan beberapa burung air seperti Trinil pantai (Actitis hypoleucos), Cekakak sungai (Halcyon chloris), Kareo padi (Amourornis phoenicurus). Setelah beberapa tahun dan menjadi hutan, didukung dengan upaya perlindungan agar tidak ada perburuan di kawasan ini, saat ini setiap pagi dan sore hari akan ada kawanan burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) yang berterbangan di sekitar hutan mangrove. Pada pagi hari mereka terbang dari kawasan hutan menyebar untuk mencari makan, sementara pada sore hari mereka akan kembali menuju hutan mangrove untuk bersarang. Belum dilakukan perhitungan populasi, namun jumlahnya bisa ratusan ekor.

Ardeola speciosa termasuk famili Ardeidae dan dilindungi oleh PP Nomor 7 tahun 1999. Blekok sawah mempunyai karakteristik tubuh berukuran 45 cm, kepala dan dada berwarna kuning tua (berbiak), punggung nyaris hitam. Tubuh bagian atas lainnya coklat bercoret-coret. Tubuh bagian bawah putih. Saat terbang sayap terlihat sangat kontras dengan punggung yang hitam. Pada musim non berbiak berwarna coklat bercoret-coret. Baik pada berbiak maupun tidak, iris berwarna kuning, paruh kuning dengan ujung berwarna hitam, kaki hijau buram. Makanan dari burung ini adalah ikan, katak, serangga air, dan berudu.

MCT Hijaukan Pantai Tuban dengan Cemara Laut (Casuarina equisetifolia)

Jika melewati pantai Tuban, jangan lupa mencari lokasi yang ditampilkan di photo

Pejabat Pemprov Kagumi Hutan Mangrove Centre Tuban

Tuban, Bhirawa
Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Kehutan kemarin (25/5) mendatangi kawasan hutan Mangrove Centre yang berlokasi di Desa Jenu, Kec Jenu, Kab Tuban. Instansi penggagas kebijakan konservasi hutan di tingkat Pemprov Jatim ini kemarin melakukan penilaian, dengan mewawancara pengurus dan puluhan anggota Kelompok Tani Wana Bahari, yang selama ini aktif ikut mengelola kawasan itu.

Kawasan hutan tanaman Mangrove yang sejak empat tahun terakhir telah diselingi Cemara Laut diatas lahan pesisir seluas hampir 25 hektar ini mengundang decak kagum dari tim penilai. Seperti dikatakan Bambang Atmojo, Ketua tim penilai. ”Melihat hasil konservasi selama ini yang saya lihat sudah layak diperhitungkan dalam skala Nasional,” kata Bambang Atmojo yang juga salah satu Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Kehutan Pemrov Jatim.

Menurutnya, kawasan yang saat ini terlihat teduh dan asri ini tidak hanya berfungsi mengurangi abrasi pantai utara Kab Tuban, tetapi juga telah berhasil menambah aset berupa areal pertambakan sehingga perlu dikembangkan secara kelompok. ”Yang paling penting bagaimana lahan konservasi ini bermanfaat bagi kelompok tani lewat usaha bersama dan berdampak pada semakin tingginya kecintaan warga masyarakat lain terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan seperti ini,” terang Bambang.
Sementara Ketua Kelompok Tani Wana Bahari, Ali Mansyur SAg mengatakan, kalau saat ini pihaknya tidak hanya menghijaukan kawasan Mangrove Centre di Jenu tetapi juga telah menanam jenis tanaman ini di 45 hektar lahan pesisir diwilayah Kab Tuban. Sejak satu tahun terakhir, kelompok ini juga gencar juga melakukan uji coba breding bibit cemara laut yang saat ini jumlahnya telah mencapai puluhan ribu bibit. ”Saya berangan-angan tak lama lagi kawasan pesisir Tuban akan hijau dengan cemara laut,” kata Ali Mansyur saat dikonfirmasi Bhirawa.

Sedangakan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Ir Kusno Adiwiyoto yang datang di acara itu mengaku pihaknya tengah memproyeksikan dua lokasi, yang bakal menjadi aset wisata alam di wilayahnya. Selain Mangrove Centre dikawasan Jenu juga lahan tanaman buah Blimbing di Desa Tasikmadu, Kec Palang.

”Melihat aset yang ada, Pemkab Tuban akan mendorong dan memberikan bantuan agar menjadi obyek wisata alam dan agrowisata nantinya,” terang Ir Kusno didampingi Camat Jenu Kartono. [hud]

sumber: http://www.harianbhirawa.com/eksekutif/10049-pejabat-pemprov-kagumi-hutan-mangrove-centre-tuban