Gallery

Pelatihan Dasar Kepemimpinan MTS Manbail Futuh dan SMK Abdi Negara Tuban

This gallery contains 3 photos.

Mulai hari sabtu hingga minggu kedepan Mangrove Center Tuban kedatangan tamu dari MTS Manbail Futuh Tuban yang mengadakan kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan untuk kelas VIII dan IX dan SMK Abdi Negara Tuban dalam rangka diklat juga.

MTS Manbail Futuh memang sudah terbiasa melakukan kegiatan di Mangrove Center Tuban, hal ini dikarenakan pengurus MCT adalah pembina dari Sekolah ini.Selain itu MCT memang representatif digunakan untuk camping. Continue reading

Aside

Mangrove Center Tuban menjadi bukti nyata bahwa keberadaan hutan mangrover akan menjadi habitat bagi satwa liar, salah satunya adalah burung. Mangrove yang ditanam oleh kelompok Tani di area Mangrove Center Tuban telah berkembang menjadi hutan, jenis yang ditanam antara lain Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorhyza. Pada awal perkembangannya tidak banyak burung yang datang di area MCT, beberapa burung penghuni pantai dan beberapa burung air seperti Trinil pantai (Actitis hypoleucos), Cekakak sungai (Halcyon chloris), Kareo padi (Amourornis phoenicurus). Setelah beberapa tahun dan menjadi hutan, didukung dengan upaya perlindungan agar tidak ada perburuan di kawasan ini, saat ini setiap pagi dan sore hari akan ada kawanan burung Blekok sawah (Ardeola speciosa) yang berterbangan di sekitar hutan mangrove. Pada pagi hari mereka terbang dari kawasan hutan menyebar untuk mencari makan, sementara pada sore hari mereka akan kembali menuju hutan mangrove untuk bersarang. Belum dilakukan perhitungan populasi, namun jumlahnya bisa ratusan ekor.

Ardeola speciosa termasuk famili Ardeidae dan dilindungi oleh PP Nomor 7 tahun 1999. Blekok sawah mempunyai karakteristik tubuh berukuran 45 cm, kepala dan dada berwarna kuning tua (berbiak), punggung nyaris hitam. Tubuh bagian atas lainnya coklat bercoret-coret. Tubuh bagian bawah putih. Saat terbang sayap terlihat sangat kontras dengan punggung yang hitam. Pada musim non berbiak berwarna coklat bercoret-coret. Baik pada berbiak maupun tidak, iris berwarna kuning, paruh kuning dengan ujung berwarna hitam, kaki hijau buram. Makanan dari burung ini adalah ikan, katak, serangga air, dan berudu.

MCT Hijaukan Pantai Tuban dengan Cemara Laut (Casuarina equisetifolia)

Jika melewati pantai Tuban, jangan lupa mencari lokasi yang ditampilkan di photo

Pejabat Pemprov Kagumi Hutan Mangrove Centre Tuban

Tuban, Bhirawa
Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Kehutan kemarin (25/5) mendatangi kawasan hutan Mangrove Centre yang berlokasi di Desa Jenu, Kec Jenu, Kab Tuban. Instansi penggagas kebijakan konservasi hutan di tingkat Pemprov Jatim ini kemarin melakukan penilaian, dengan mewawancara pengurus dan puluhan anggota Kelompok Tani Wana Bahari, yang selama ini aktif ikut mengelola kawasan itu.

Kawasan hutan tanaman Mangrove yang sejak empat tahun terakhir telah diselingi Cemara Laut diatas lahan pesisir seluas hampir 25 hektar ini mengundang decak kagum dari tim penilai. Seperti dikatakan Bambang Atmojo, Ketua tim penilai. ”Melihat hasil konservasi selama ini yang saya lihat sudah layak diperhitungkan dalam skala Nasional,” kata Bambang Atmojo yang juga salah satu Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Kehutan Pemrov Jatim.

Menurutnya, kawasan yang saat ini terlihat teduh dan asri ini tidak hanya berfungsi mengurangi abrasi pantai utara Kab Tuban, tetapi juga telah berhasil menambah aset berupa areal pertambakan sehingga perlu dikembangkan secara kelompok. ”Yang paling penting bagaimana lahan konservasi ini bermanfaat bagi kelompok tani lewat usaha bersama dan berdampak pada semakin tingginya kecintaan warga masyarakat lain terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan seperti ini,” terang Bambang.
Sementara Ketua Kelompok Tani Wana Bahari, Ali Mansyur SAg mengatakan, kalau saat ini pihaknya tidak hanya menghijaukan kawasan Mangrove Centre di Jenu tetapi juga telah menanam jenis tanaman ini di 45 hektar lahan pesisir diwilayah Kab Tuban. Sejak satu tahun terakhir, kelompok ini juga gencar juga melakukan uji coba breding bibit cemara laut yang saat ini jumlahnya telah mencapai puluhan ribu bibit. ”Saya berangan-angan tak lama lagi kawasan pesisir Tuban akan hijau dengan cemara laut,” kata Ali Mansyur saat dikonfirmasi Bhirawa.

Sedangakan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Ir Kusno Adiwiyoto yang datang di acara itu mengaku pihaknya tengah memproyeksikan dua lokasi, yang bakal menjadi aset wisata alam di wilayahnya. Selain Mangrove Centre dikawasan Jenu juga lahan tanaman buah Blimbing di Desa Tasikmadu, Kec Palang.

”Melihat aset yang ada, Pemkab Tuban akan mendorong dan memberikan bantuan agar menjadi obyek wisata alam dan agrowisata nantinya,” terang Ir Kusno didampingi Camat Jenu Kartono. [hud]

sumber: http://www.harianbhirawa.com/eksekutif/10049-pejabat-pemprov-kagumi-hutan-mangrove-centre-tuban